
Dari Nota Kertas ke Layar Sentuh: Kisah Araku Shoes Care Bertransisi ke Era Digital
28 April – 12 Mei 2026
Bayangkan kamu mengelola usaha laundry sepatu yang ramai. Pelanggan silih berganti. Pesanan masuk lewat WhatsApp dan tatap muka sekaligus. Lalu di penghujung hari, kamu harus merekap semua transaksi dari tumpukan catatan tangan.
Satu angka meleset, rekap ikut kacau.
Itulah masalah nyata yang dihadapi Araku Shoes Care. Untungnya, tim mahasiswa Informatika Telkom University hadir dengan solusi yang tepat.
Program IUM: Ketika Kampus Turun ke Lapangan
Setiap semester, mahasiswa Fakultas Informatika Telkom University menjalankan satu kegiatan di luar kelas. Mereka membantu masyarakat sekitar dengan keahlian teknologi yang mereka miliki. Program ini dikenal sebagai Informatika untuk Masyarakat (IUM).
Pada semester genap 2025/2026, kelompok IUM26-029 tampil mengambil bagian. Tim ini dipimpin oleh Muhammad Zaini. Adapun empat anggota lainnya adalah Syauqi Nurfikri Rahman, Nabilah Putri Desky, Dhafin Ghiffary, dan Gloriana Valdrina Sanampe. Seluruh kegiatan didampingi oleh Dr. Drs. Mahmud Imrona, M.T. selaku dosen pembimbing.
Mitra yang mereka pilih adalah Araku Shoes Care. Usaha perawatan dan pencucian sepatu ini berlokasi di Jl. Sorumba No. 80E, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pemiliknya bernama Silva Windayani Araku.
Masalah yang Tampak Sederhana, tapi Nyata
Araku Shoes Care bukan usaha baru. Mereka sudah punya pelanggan setia dan menerima order dari berbagai saluran. Namun, ada satu hal yang tertinggal: sistem pencatatannya masih serba manual.
Setiap transaksi ditulis tangan. Rekap dilakukan di akhir hari dengan menghitung ulang semua catatan satu per satu. Selain itu, tidak ada backup otomatis dan tidak ada laporan yang bisa diakses kapan saja.
Kondisi seperti ini membuka celah untuk kesalahan. Di dunia bisnis, kesalahan pencatatan keuangan bisa berdampak besar.
Tim IUM26-029 pun melihat ini sebagai titik awal yang tepat. Inilah momen yang pas untuk membawa teknologi ke usaha kecil ini.
Solusinya: Kasir Digital yang Terhubung ke Google Sheets
Tim tidak memilih solusi yang rumit. Sebaliknya, mereka menghadirkan sesuatu yang praktis dan langsung bisa dipakai — sebuah sistem kasir digital yang secara otomatis menyimpan setiap transaksi ke dalam Google Sheets.
Sistem ini dibangun menggunakan Flutter, yaitu framework lintas platform dari Google. Berkat Flutter, sistem yang sama bisa berjalan di Android, iOS, maupun web. Semua data terhubung ke Google Sheets melalui API resmi Google.
Berikut fitur-fitur yang tersedia dalam sistem ini:
- Catat transaksi seketika. Begitu pembayaran masuk (tunai, QRIS, atau transfer), kasir langsung memasukkan data lewat form digital yang sederhana.
- Data tersimpan otomatis. Tidak perlu memindahkan catatan ke mana-mana. Semua langsung masuk ke spreadsheet secara real-time.
- Pantau keuangan kapan saja. Pemilik usaha cukup membuka Google Sheets dari ponsel untuk melihat ringkasan harian.
- Lacak status pengerjaan. Setiap order bisa ditandai: Diproses, Selesai, Belum Diambil, atau Sudah Diambil. Dengan begitu, semua pihak tahu persis posisi setiap sepatu.
- Lacak status pembayaran. Setiap transaksi tercatat apakah sudah Lunas atau masih Belum Lunas. Hal ini memudahkan penagihan dan menghindari kelewatan.
- Minim kesalahan. Sistem mengurangi ketergantungan pada ingatan dan tulisan tangan yang rawan keliru.
Dua Minggu yang Padat
Seluruh kegiatan berlangsung dari 28 April hingga 12 Mei 2026 secara daring. Tim bekerja dengan alur terstruktur mengikuti metodologi pengembangan perangkat lunak.
Di pekan pertama, tim fokus memahami kebutuhan mitra. Mereka berbincang langsung dengan pemilik Araku Shoes Care. Tujuannya adalah mengetahui alur transaksi harian, kendala yang sering muncul, dan fitur yang paling dibutuhkan. Hasil diskusi ini kemudian dituangkan ke dalam dokumen Software Requirement Specification (SRS) sebagai fondasi pengembangan.
Pada pekan kedua, ritme berganti menjadi lebih teknis. Kode ditulis, sistem diuji, dan perbaikan dilakukan. Setelah semua berjalan lancar, sistem resmi diserahterimakan kepada mitra. Tim juga memberikan pelatihan langsung dan panduan tertulis. Tujuannya agar pemilik usaha bisa mengoperasikan sistem sendiri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan laporan dan pembuatan dokumentasi untuk diunggah ke YouTube.
Lebih dari Sebuah Proyek Kuliah
Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi tugas kuliah. Lebih dari itu, hasilnya nyata: sebuah usaha kecil kini punya fondasi digital yang bisa terus berkembang.
Sistem yang diserahkan dirancang agar mudah dimodifikasi. Ke depannya, sistem ini bisa diperluas untuk pencatatan stok atau manajemen data pelanggan.
Bagi tim IUM26-029, ini adalah bukti sederhana namun konkret. Keahlian teknologi yang dipelajari di bangku kuliah tidak hanya berguna di dunia korporat. Ia juga bisa menjadi jawaban nyata bagi pelaku usaha kecil di mana saja.
