Perbedaan Use Stories dan Uses Cases serta Pengertiannya

Pengembangan software dapat menggunakan konsep user stories dan uses cases. Meskipun terlihat sama, keduanya memiliki perbedaan menonjol dengan tujuan berbeda. Banyak pengguna yang masih bingung dengan pengertian keduanya.  

Agar bisa memahami dengan baik apa saja perbedaan dan maknanya, artikel ini akan membahas secara lebih detail. 

Pengertian User Stories dan Uses Cases  

Cerita pengguna atau user stories adalah salah satu deskripsi kebutuhan pengguna yang diwujudkan dalam kemampuan sistem dan proses terarah. Cara efektif ini bermanfaat untuk mengumpulkan sekaligus mengelompokkan kebutuhan pengguna dengan struktur terbaik. Sistem terstruktur dengan baik memudahkan pengembang dalam memahami kebutuhan bahkan ada template untuk memudahkannya. User story template menggambarkan sudut pandang secara langsung dari pengguna apa saja goal yang ingin dicapai. Jadi, bukan memikirkan bagaimana sistem yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut tetapi kebutuhan pengguna saja. 

Sedangkan use cases adalah deskripsi interaksi sistem dengan pengguna dan entitas lain untuk menggambarkan bagaimana sistem dibuat agar mencapai goal. Secara sederhana, use cases adalah alat bantu pendukung bagaimana menentukan kebutuhan dan pengoperasian sistem untuk perencanaan analis secara detail. 

Perbedaan User Story dan Use Cases 

Sebagai bagian penting dari proses perancangan software, baik user stories atau uses cases memiliki perbedaan signifikan. Tujuan keduanya tidak sama dengan deskripsi yang jauh berbeda pula. Selain itu ada pula perbedaan user requirement dan user story yang beda jauh dengan use cases.  

Apa saja  beda user story dan use cases, selengkapnya seperti berikut ini. 

Deskripsi 

Deskripsi user story sangat fokus pada kebutuhan pengguna dan penggambarannya singkat serta sederhana. Tidak ada penjelasan bagaimana kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan baik. Sedangkan use cases lebih fokus dan detail dalam merencanakan apa yang akan dilakukan sestem dengan proses teratur dan terarah. Deskripsi lebih lengkap, panjang dan jelas sehingga memudahkan pengguna untuk memahami lebih mendalam. 

Tujuan 

Meskipun terlihat hampir sama, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. User story berguna untuk mengelompokkan kebutuhan pengguna dengan dukungan tim pengembangan fitur sesuai pengguna. Use cases digunakan dalam melakukan analisis sistem dan menentukan apa saja fitur yang dibutuhkan. Gambaran dari sistem sangat rinci lengkap dengan cara membuat user story dan proses kerjanya. 

Kemudahan Pengguna 

Pada uses story pengguna dapat dengan mudah membaca ceritanya. Sedangkan use cases menjelaskan lebih rinci ceritanya lengkap dengan interaksi sistem dan pengguna. 

Jenis Interaksi 

Dari pengertiannya maka jelas terlihat jika user story memberikan gambaran deskripsi secara tunggal.  Sedangkan use cases penggambarannya saling berurutan dan ada interaksi. 

Jenis Pengelolaan 

Untuk user story jenis pengelolaan dalam satu sprint sedangkan use cases mencakup lebih banyak sprint. 

Penulisan 

Beda waktu keduanya karena penulisan untuk user story ditulis dalam bahasa singkat dan padat hanya berupa satu atau dua kalimat saja. Sedangkan use cases lebih panjang dengan penjelasan tentang sistem kerja secara lengkap. 

Perbedaan yang ada dengan tujuan berbeda tetap saja menjadi cakupan dalam proses pengembangan sistem software pengguna. Untuk mengetahui lebih detail dapat langsung ke Telkom University yang sarat dengan informasi terkini tentang teknologi informasi. Masing-masing perbedaan konsep pada pengembangan software bukan masalah karena tetap bisa digunakan dalam waktu bersamaan. Pada intinya dengan adanya user stories dan use cases proses pengembangan software dapat lancar dan berkembang sesuai kebutuhan. 

Referensi

https://glints.com/id/lowongan/user-stories-adalah/

Penulis: Nabillah Farah Nada

https://it.telkomuniversity.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *