8 Metodology Agile yang Digunakan Untuk Mengembangkan Software 

8 Metodology Agile yang Digunakan Untuk Mengembangkan Software 

Methodology Agile ini merupakan sebuah metode pengembangan software terbaru yang populer dan banyak digunakan di zaman sekarang. Metode ini lebih disukai karena dapat membantu dengan lebih efisien dan sesuai apa yang dibutuhkan oleh konsumen. 

Mengenal Tentang 8 Methodology Agile yang Efektif 

Jika Anda penasaran dengan apa itu agile, maka Anda dapat menyimak uraiannya kali ini. Bisa dikatakan bahwa Agile ini merupakan sekumpulan metode yang digunakan untuk mengembangkan software dengan cara berulang dan bertahap. 

Agile development sering disebut sebagai framework karena di dalamnya memang terdapat berbagai metode yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Kami akan bahas lebih lanjut di bawah.

Setiap iterasi pada Agile juga berbeda-beda durasinya, tergantung project yang Anda kerjakan dan metode yang digunakan. Namun, umumnya iterasi berjalan antara satu sampai empat minggu. Iterasi pada Agile fokus pada upaya pengembangan software yang cepat sesuai  perubahan kebutuhan konsumen dengan melibatkan semua tim. 

Diketahui bahwa metode agile ini memiliki delapan metode yang berbeda seperti berikut ini: 

Scaled Agile Framework (SAFe) 

Scaled Agile Framework (SAFe) ini biasanya digunakan oleh perusahaan besar atau enterprise yang ingin menerapkan metode Agile.  Biasanya perusahaan yang besar memiliki struktur divisi/tim yang banyak sehingga untuk mengambil keputusan mengenai project menjadi lama. Hal ini disebabkan karena membutuhkan koordinasi antar divisi yang memakan waktu, sehingga membutuhkan SAFe agar lebih efektif dan fleksibel. 

Scrum Methodology 

Agile scrum adalah salah satu metode agile yang fokusnya mengembangkan software komplek. Proses operasional software pada Scrum ini sendiri dibagi menjadi beberapa proses kecil yang disebut dengan sprints. Satu sprint akan menyelesaikan satu fitur tertentu, misalnya ketika membuat aplikasi e wallet maka fokus menambahkan fitur isi saldo. 

Lean Software Development (LSD) 

Lean Software Development ini mengembangkan software dengan menggunakan sumber daya sehemat mungkin. Caranya adalah dengan merilis produk dengan Minimum Viable Product atau fitur terbatas yang terus dikembangkan berdasarkan feedback konsumen. 

Kanban

Metode selanjutnya adalah kanban yang menggunakan visual dalam prosesnya sehingga flow kerja menjadi lebih jelas karena mudah terpantau. Visual yang digunakan dalam metode ini biasanya disebut sebagai Kanban Board yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu todo, in progress, dan done. 

Extreme Programming (XP) 

Extreme Programming (XP) merupakan methodology agile yang fokus pada pengembangan teknis agar software yang dihasilkan berkualitas tinggi. Kemampuan tim pengembangnya juga meningkat drastis sesuai dengan namanya, tim harus bekerja dengan ekstra keras untuk mencapai tujuannya. 

Crystal Methodology 

Selanjutnya adal Crystal Methodology yang fokus pada pada kondisi tim yang mengerjakan bukan pada tools atau prosesnya. Seperti pada interaksi tim, feedback, dokumentasi, komunikasi, dan lain sebagainya sehingga pengembangan software lebih optimal sesuai kondisi tim. 

Dynamic Systems Development Method (DSDM) 

Dynamic Systems Development Method (DSDM) lebih mengutamakan keterlibatan semua anggota tim secara berkelanjutan. Filosofi utamanya adalah menciptakan software yang bermanfaat nyata ke dalam bisnis yang didukung oleh delapan prinsip agar mencapai tujuan. 

1.   Fokus pada kebutuhan bisnis.  

2.   Selesaikan tepat waktu.  

3.   Kolaborasi. 

4.   Kualitas.  

5.   Ciptakan pondasi yang kuat.  

6.   Kembangkan dengan bertahap. 

7.   Komunikasi yang jelas. 

8.   Tunjukkan kepemimpinan. 

Feature Driven Development (FDD) 

Sebagaimana namanya metode yang kedelapan ini, Feature Driven Development (FDD) merupakan salah satu metode Agile yang fokus menyelesaikan satu fitur. Sebelum mulai mengembangkan software Anda harus menuliskan daftar fitur apa saja yang hendak dibuat dalam software tersebut. Setelah itu Anda wajib menyelesaikan satu fitur dari list yang sudah dibuat pada setiap iterasinya, sekilas memang mirip dengan scrum. 

Delapan metode yang diterapkan tersebut menjadi solusi untuk mengembangkan software dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Selain itu dengan lebih hemat tersebut dapat menghasilkan software dengan kualitas lebih baik dan sesuai kebutuhan konsumen. 

Anda dapat mempelajari mengenai metodology agile ini dengan lebih dalam di Telkom University yang terbukti terdepan dalam teknologi informasi. 

Referensi :

https://www.niagahoster.co.id/blog/agile-adalah/

Penulis : Rachmatia Nurchaliza

https://it.telkomuniversity.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *